Sopir Dump Truk Marah, Ancam Bongkar Batu Kapur di Rumah Dinas Bupati Karawang

Para sopir dump truk pengangkut batu kapur marah karena kendaraannya dikandangkan di Rumah Dinas Bupati (RDB) Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Mereka mengancam akan melakukan aksi bongkar muatan di halaman RDB, sebagai bentuk protes karena merasa telah disengsarakan oleh kebijakan Plt Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Kamis (19/3).

Para sopir mengaku tak tahan karena aktivitasnya terhambat akibat larangan mengirim barang (batu kapur) ke PT Jui Shin. "Kami sudah dua hari tertahan di sini. Mau sampai kapan lagi. Kami ini hanya pekerja, tolong pikirkan perut anak isteri kami," kata Jiji, perwakilan transporter Mustika 88 saat ditemui di lingkungan RDB Kabupaten Karawang..

Ancaman menurunkan muatan, dikatakan Jiji, karena kalau terlalu lama mobil berhenti dengan muatan batu kapur yang beratnya mencapai 30 ton akan menyebabkan kerusakan. Kalau sudah rusak, nanti siapa yang akan bertangungjawab. "Harga per persatunya saja Rp 800 ribu. Kami tidak mau mengambil resiko jika mobil ini rusak," tuturnya.

Dia mengungkapkan, kunci mobil memang diamankan oleh pihak kepolisian. Para sopir berencana menjumpet untuk menghidupkan kendaraan. "Yang dipermasalahkan adalah barang bawaan kami. Karena yang diambil hanya kunci kontak saja," akunya.

Harusnya, jelas dia, Pemkab Karawang berpikir jauh ketika menerapkan kebijakan larangan melintasi Jalan Badami Pangkalan. Para sopir ini hanyalah pekerja yang ketika kendaraannya ditahan, maka tidak bisa mencari nafkah. "Kalau mau seperti ini harusnya pemkab juga menghitung dan mengganti uang jalan para sopir dan kerugian pengusaha transforter. "Jangan dibiarkan seperti ini tanpa ada kejelasan," tuturnya.

Sampai dengan hari ini, Kamis (19/3) sudah 53 unit damp truk yang ditahan pihak Polres Karawang. Mobil-mobil tersebut disimpan di RDB dan Mapolres Karawang.

Dari beberapa dump truk yang dikandangkan di RDB, terlihat ada sebuah kendaraan yang nyaris rusak dan mengamblaskan jalan raya di depan RDB. Sementara, para sopir terlihat tanpa aktivitas dan bermalas-malasan di lingkungan RDB menunggu kepastian.

"Sampai sekarang razia masih berlangsung. Dan ini perintah langsung dari Plt Bupati Karawang (Cellica Nurrachadiana)," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomifo) Karawang, Setya Dharma. | Aep Saepullah

sumber: agrofarm

Komentar

Postingan Populer